TUGAS SOFTSKILL
NAMA : DIAN AGUSTINA
KELAS : 2KA19
NPM 17115452
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DOSEN PENGAJAR : GHAFFAR RIZQI, S.T., MMSI.
SERVICE DESIGN
Service atau layanan adalah suatu cara mengantarkan nilai (value) kepada pelanggan dengan memfasilitasi tercapainya outcome bagi pelanggan tanpa terlibat atas kepemilikian biaya dan risiko tertentu.
Desain adalah suatu proses untuk membuat suatu nilai bagi manusia.
Service design adalah suatu upaya menginovasi atau memperbaiki layanan yang sudah ada untuk membuatnya lebih berguna, dapat digunakan, diinginkan pelanggan, efisien serta efektif bagi organisasi.
Service design bertujuan sbb.:
-Mendesain service untuk memenuhi sasaran-sasaran bisnis
-Mendesain service yang mudah untuk dibangun dengan efisien
-Mendesain proses yang efektif dan efisienMengidentifikasi dan mengelola resiko
-Mendesain infrastruktur TI yang aman dan handal, lingkungan (environment), aplikasi, serta sumber daya dan kapabilitas data/informasi
-Mendesain metode pengukuran dan metrik-metrik untuk menilai (assesing) proses desain
-Memproduksi dan memelihara rencana-rencana TI, proses-proses, kebijakan (policies), arsitektur, kerangka kerja, dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses desain
-Membantu dalam membangun kebijakan (policies) dan standar-standar dalam desain dan perencanaan service TI
-Mengembangkan keterampilan (skills) dan kemampuan (capability) dalam TI
-Memberikan kontribusi dalam perbaikan kualitas serivce TI
Ada pun
proses-proses service design dapat dijabarkan sebagai berikut:
•
Manajemen Katalog layanan;
• Manajemen tingkat layanan;
• Manajemen kapasitas;
• Koordinasi Desain;
• Manajemen Ketersediaan;
• IT manajemen kelangsungan pelayanan;
• Manajemen keamanan informasi;
• Manajemen Pemasok.
Pengendalian
operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional dilaksanakan
secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan
aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Sebagian besar keputusan
bisa diprogramkan. Beberapa contoh di bawah ini menggambarkan jenis dukungan
keputusan yang dapat dibuat dalam sistem pengendalian operasional :
A. Suatu transaksi penarikan kembali
sediaan menghasilkan suatu dokumen transaksi. Pengolahan transaksi juga dapat
menyelidiki persediaan yang ada, dan memutuskan apakah suatu pesanan pembelian
sediaan harus diadakan.
B. Suatu pemeriksaan terhadap file
pegawai menjelaskan keperluan untuk suatu posisi. Komputer menyelidiki file
pegawai menggunakan program untuk memilih kandidat secara kasar.
c. Laporan rutin dihasilkan secara
periodik. Tetapi suatu aturan keputusan yang diprogramkan dalam suatu prosedur
pengolahan laporan bisa menciptakan laporan khusus dalam suatu bidang masalah.
Contoh : suatu analisis pesanan yang masih belum dilayani setelah 30 hari.
Kontribusi yang tahap desain layanan dari siklus hidup membuat karenanya dapat
diringkas sebagai menjamin terciptanya layanan hemat biaya yang menyediakan
tingkat kualitas yang diperlukan untuk memuaskan pelanggan dan stakeholder
seluruh kehidupan layanan.Namun, fakta bahwa kebutuhan bisnis berubah dari
waktu ke waktu dan menghasilkan kebutuhan atau kesempatan untuk perbaikan lebih
lanjut, berarti bahwa bahkan sebuah organisasi dengan proses desain layanan
dewasa akan perlu untuk membuat perubahan pada layanan sepanjang hidup mereka.
Oleh karena itu desain layanan memiliki peran penting untuk bermain dalam
mendukung peningkatan pelayanan terus-menerus dan sama pentingnya untuk
mengelola perubahan layanan yang ada seperti di merancang layanan baru. Dalam
hal ini, desain layanan juga harus mempertimbangkan dampak dari kegiatannya
pada keseluruhan layanan, sistem, arsitektur, alat-alat dan pengukuran untuk
meminimalkan potensi gangguan ketika layanan baru atau diubah diperkenalkan ke
lingkungan hidup.
MENGAPA LAYANAN DESAIN?
Tanpa desain
layanan mapan, layanan akan menjadi kurang stabil dan lebih mahal untuk
mempertahankan dan menjadi semakin kurang mendukung bisnis dan kebutuhan
pelanggan. Selanjutnya, biaya mengoreksi kekurangan-kekurangan ini hampir
selalu lebih tinggi daripada biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk mencegah
mereka pada tahap desain.
Tidak setiap
perubahan akan memerlukan kegiatan desain layanan. Sebaliknya ini disediakan
untuk perubahan 'signifikan'. Setiap organisasi harus memutuskan definisi
sendiri 'Signifikan' dan menggunakan proses perubahan manajemen untuk menilai
signifikansi dari setiap perubahan dan karena itu apakah kegiatan desain
layanan harus digunakan.
desain pelayanan yang baik akan memberikan
berbagai manfaat bisnis yang membantu untuk menggarisbawahi pentingnya dalam
desain layanan baru dan berubah. Ini adalah sebagai berikut:
• layanan biaya rendah karena dukungan
dan peningkatan yang lebih rendah biaya, yang mengarah untuk menurunkan total
biaya kepemilikan (TCO).
• Layanan yang secara konsisten
memberikan tingkat yang diperlukan kualitas dan keselarasan untuk bisnis dan
kebutuhan pelanggan.
• Lebih cepat dan lebih mudah pengenalan
layanan baru dan perubahan.
• tata kelola yang lebih baik untuk
memastikan kepatuhan terhadap aturan hukum dan perusahaan dan pedoman.
• kemampuan pengukuran yang lebih baik
untuk mendukung pengambilan keputusan dan terus-menerus perbaikan.
Miskin
perencanaan, persiapan dan manajemen alasan umum untuk kegagalan rencana dan
proyek-proyek pada umumnya dan desain dan penyebaran layanan baru dan berubah
pada khususnya. ITIL membantu mencegah hal ini dengan menawarkan panduan
tentang mempersiapkan dan merencanakan penggunaan orang, proses, produk dan
mitra:
Adapun manfaat dari ITIL dengan
menyediakan pendekatan sistematis untuk manajemen layanan TI, ITIL dapatmembantu
sebuah perusahaan dalam cara berikut:
· Mengurangi biaya
· Peningkatan layanan TI melalui
penggunaan proses-proses praktek terbaik yangtelah terbukti
· Meningkatkan kepuasan pelanggan
melalui pendekatan yang lebih profesional untuk pelayanan standar dan pedoman
· Meningkatkan produktivitas
· Meningkatkan penggunaan
keterampilan dan pengalaman
SERVICE STRATEGI
Service
Strategy (Strategi Layanan) adalah salah satu publikasi inti IT Infrastructure
Library (ITIL) framework yang digunakan di dalam penerapan IT Service
Management (ITSM). Dari judulnya, buku pertama ITIL ini bertujuan untuk
memberikan panduan tentang pentingnya bagi semua organisasi untuk menyelaraskan
strategi bisnis yang didefinisikan dengan baik dengan strategi ICT yang
efektif.
Organisasi
yang ingin menerapkan ITSM seharusnya memikirkan strategi yang dibutuhkan di
dalam memberikan layanan untuk pelanggan seperti menetapkan visi, tujuan,
kebijakan, persyaratan dan target untuk tahap siklus proses dan fungsi yang di
dalam buku ITIL berikutnya yaitu Service Design, Service Transition &
Continual Service Improvements.
Dengan
semakin banyaknya organisasi-organisasi yang ingin menerapkan ITSM langsung
dengan tools, banyaklah pula kendala yang diketahui sewaktu implementasi tools.
Mengapa? Karena secara sederhana, strategi akan memutuskan dan membenarkan
layanan apa yang akan diberikan kepada siapa, kapan, dengan cara apa dan dengan
biaya berapa – dimana informasi ini mudah untuk dikatakan, tetapi jauh lebih
kompleks untuk dicapai.
Ada 3 hal yang dibahas
(sub-process dari Strategy Management di Service Strategy)
·
Strategic
Service Assessment: situasi market sekarang bagaimana, service yang lagi jalan
emang kek apa sampe harus ada service baru, asesmen dari kebutuh2an customer
dan service2 sebanding dari saingan2 lain
·
Service Strategy
Definition: hasil dari assessment diatas, baru dibuatkan semacam “goal2”
(target2) yang harus dipenuhi agar objective terpenuhi (service baru kita
running well)
·
Service Strategy
Execution: simple…supaya goal2 diatas tercapai, inisiasi apa aja yg harus
dilakukan (plan)
Dalam Strategy
Management ada yang di sebut IT Steering Group (biasanya senior
management), disinilah tempat untuk merancang IT strategy (kedapannya, IT
service-nya mau bagaimana).


0 komentar:
Posting Komentar